Langsung ke konten utama

When (Malang, 12 Oktober 2002)

Ketika kegelapan berulah
Senyap menyusupi celah-celah hati
Menggores-menggaris
Ada perih di sana
Sedih?

Aku tak ingin mengakui

Hamparan deru angin senja makin lebar dan lapang
Seperti aku bisa mendengar dan mengerti auman troposfer

Gerimis pecah
Seperti kaca berhamburan
Berkecipak di antara cipratan air mata 
dan gelenyar kecewa

Aroma lumpur dan sedap malam naik meraupi mataku
Kembang sepatu di belakang telingaku rontok 
-----
sesobek dan sesobek

Postingan populer dari blog ini

/Legit Locus (Malang, 05 Sept 2022)

What a legit locus Sweet man Kontur yang seperti bolu Husky smile Bungee hair: berayun di balik daun-daun yang membatik Seperti facade dalam lukisan barok; interface nan bullet time The way he tucks  a few strands of it behind his ear: My logic breaks into pieces The way he strokes it down: draped that mane-looks-alike over his shoulder and chest - femalish My wit breaks into flakes Memiliki kaki-kaki penari tribal Jawa yang putih Telapak quaint  Satu brittle creature Mematerialize Arjuna - feminine Love at the first sight? Tidak. Anehnya tidak This one, constructed love cubic by cubic nicotine by nicotine song by song lyric by lyric poem by poem @murdhasiwi

Bakar (Malang, 2005)

Membakar Langit seperti terbakar Cakrawala membujur dan melintang Kepalaku sakit sekali Penuh dengan ingatan-ingatan Rumput yang ranggas Menyelusup hati Ingin kurobek wajah-wajah Seperti iklan obat pusing Semua berputar Semua bertabrakan Semua saling tumbuk Aku nggak ngerti Benar-benar nggak ngerti