Langsung ke konten utama

Aruz (Malang, 2002)

Mulai bangkit dan menyeruduk
banteng-banteng merah nan capek
Adalah apa yang disebut oleh jaman
sebagai generasi

Beberapa depa ke muka
Negeri ini akan tamat
meninggalkan seonggok klethong berjuluk sejarah

Sama mirisnya melihat mimpi-mimpi kita
dipecundangi di bawah merah-putih

Wiji tukul yang (barangkali) tak akan pernah kembali
Marsinah yang rahimnya disobek-sobek
Bahkan dalam kubur pun mereka akan terus berteriak

Postingan populer dari blog ini

/Legit Locus (Malang, 05 Sept 2022)

What a legit locus Sweet man Kontur yang seperti bolu Husky smile Bungee hair: berayun di balik daun-daun yang membatik Seperti facade dalam lukisan barok; interface nan bullet time The way he tucks  a few strands of it behind his ear: My logic breaks into pieces The way he strokes it down: draped that mane-looks-alike over his shoulder and chest - femalish My wit breaks into flakes Memiliki kaki-kaki penari tribal Jawa yang putih Telapak quaint  Satu brittle creature Mematerialize Arjuna - feminine Love at the first sight? Tidak. Anehnya tidak This one, constructed love cubic by cubic nicotine by nicotine song by song lyric by lyric poem by poem @murdhasiwi

Bakar (Malang, 2005)

Membakar Langit seperti terbakar Cakrawala membujur dan melintang Kepalaku sakit sekali Penuh dengan ingatan-ingatan Rumput yang ranggas Menyelusup hati Ingin kurobek wajah-wajah Seperti iklan obat pusing Semua berputar Semua bertabrakan Semua saling tumbuk Aku nggak ngerti Benar-benar nggak ngerti