Langsung ke konten utama

Altercate (Malang, 18/ 23 Apr 2002)

1)
Seperti kupu-kupu kuning di masa kecilku yang indah dan asyik
dan seringkali sendu
Lalu mengapa masih berlanjut dan tertawa lagi?

Tuhan telah menciptakan aku sedemikian rupa

Apa yang terbayang di benak-Nya ketika Ia memahat dagingku
dan menyerabutkan darahku 
di sepanjang pembuluh yang menganak sungai seolah tubuhku membenua?
Kembali lagi pada persoalan dahulu kala
Kembali lagi pada pertanyaan-pertanyaan serupa

2)
Mulai membaca

Kubiarkan lumpur-lumpur menyelimuti rerumputannya
Kita semakin tenggelam pada hal-hal yang tak akan jadi kenyataan
Aku tak selamanya seperti ini
Tak tanpa akhir bermulut tahi kucing berkepala busuk

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap