Langsung ke konten utama

Insensible (Malang, Lewat Tengah Malam, 14 Juni 2002)

Lagi-lagi
aku 
tak tahu harus menulis
lagi
sepat
Bintang dan malam yang getir
Aku kangen
pada gejolak hati
Apa esensi dari semua ini?
Cokelat,
merah,
dan terbakar
Hatiku hampir mati
Jadi abu
Jadi arang
Semakin pekat
Titik-titik-titik
Oh pagi
Mana lamunanmu?
Karang-karang dan cadas
Sepi
Tanpa luka
Bersih

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap