Langsung ke konten utama

Hari-hri (Malang, 11 April 2004)

Terlalu banyak kalender di kamar
Mengingatkkan tentang
hari-hari kemarin,
esok dan sepuluh tahun kemudian.
Di setiap angka ada tanda seru,
sekaligus pancung tanya.
Ada tuduk lesu,
juga putus asa.
Aku mencari,
di mana cakrawala tergambar
dan melambai padaku.
Di mana emas
dan sampan
dan dayung?
Di mana, Tuhan?
Aku hanya punya wajah lurus
dan mata putih

Postingan populer dari blog ini

/Legit Locus (Malang, 05 Sept 2022)

What a legit locus Sweet man Kontur yang seperti bolu Husky smile Bungee hair: berayun di balik daun-daun yang membatik Seperti facade dalam lukisan barok; interface nan bullet time The way he tucks  a few strands of it behind his ear: My logic breaks into pieces The way he strokes it down: draped that mane-looks-alike over his shoulder and chest - femalish My wit breaks into flakes Memiliki kaki-kaki penari tribal Jawa yang putih Telapak quaint  Satu brittle creature Mematerialize Arjuna - feminine Love at the first sight? Tidak. Anehnya tidak This one, constructed love cubic by cubic nicotine by nicotine song by song lyric by lyric poem by poem @murdhasiwi

Bakar (Malang, 2005)

Membakar Langit seperti terbakar Cakrawala membujur dan melintang Kepalaku sakit sekali Penuh dengan ingatan-ingatan Rumput yang ranggas Menyelusup hati Ingin kurobek wajah-wajah Seperti iklan obat pusing Semua berputar Semua bertabrakan Semua saling tumbuk Aku nggak ngerti Benar-benar nggak ngerti