Langsung ke konten utama

Mata Biru (Malang, 2006)

Mata biru membuatku sedih
Mata biru membuatku terkenang
Mata biru membuatku tak bisa bicara

Aku menggambar wajah dengan senyum
Aku menggambar musik-musik
Aku menggambar cekakak angin
Aku menggambar ingatan-ingatan
Aku menggambar taring-taring
Aku menggambar tangan-tangan

Suara serulingku mengalahkan hujan
Hingga aku tak bisa mendengar petirnya memenuhi angkasa
Gending-gending bertabuh

Aku duduk di kamar seperti orang cacat
Tergoda menjebol tembok dengan kepala

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap