Langsung ke konten utama

Kemarin (Malang, 08 Januari 2007)

Kemarin adalah hari ketujuh Adam Air hilang
Hari ketujuh pula aku menjejak awal tahun
Hari ketujuh di mana pagi sekemilau emas
Hari ketujuh langit begitu benderang
Hari ketujuh angin begitu sejuk dan kencang
Hari ketujuh sore begitu indahnya
Hari ketujuh gelap terlambat datang

Kemarin ba'da Maghrib
Kulihat langit penuh gradasi
Aku melihat biru pupus
Aku melihat oranye
Aku melihat ungu
Awan berserabut
Mega tanpa cacat

Postingan populer dari blog ini

/Legit Locus (Malang, 05 Sept 2022)

What a legit locus Sweet man Kontur yang seperti bolu Husky smile Bungee hair: berayun di balik daun-daun yang membatik Seperti facade dalam lukisan barok; interface nan bullet time The way he tucks  a few strands of it behind his ear: My logic breaks into pieces The way he strokes it down: draped that mane-looks-alike over his shoulder and chest - femalish My wit breaks into flakes Memiliki kaki-kaki penari tribal Jawa yang putih Telapak quaint  Satu brittle creature Mematerialize Arjuna - feminine Love at the first sight? Tidak. Anehnya tidak This one, constructed love cubic by cubic nicotine by nicotine song by song lyric by lyric poem by poem @murdhasiwi

Bakar (Malang, 2005)

Membakar Langit seperti terbakar Cakrawala membujur dan melintang Kepalaku sakit sekali Penuh dengan ingatan-ingatan Rumput yang ranggas Menyelusup hati Ingin kurobek wajah-wajah Seperti iklan obat pusing Semua berputar Semua bertabrakan Semua saling tumbuk Aku nggak ngerti Benar-benar nggak ngerti