Langsung ke konten utama

Kemarin (Malang, 08 Januari 2007)

Kemarin adalah hari ketujuh Adam Air hilang
Hari ketujuh pula aku menjejak awal tahun
Hari ketujuh di mana pagi sekemilau emas
Hari ketujuh langit begitu benderang
Hari ketujuh angin begitu sejuk dan kencang
Hari ketujuh sore begitu indahnya
Hari ketujuh gelap terlambat datang

Kemarin ba'da Maghrib
Kulihat langit penuh gradasi
Aku melihat biru pupus
Aku melihat oranye
Aku melihat ungu
Awan berserabut
Mega tanpa cacat

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap