Langsung ke konten utama

Liung (Malang, 2005)

Desember kemarin
Aku ketemu kamu
Masih seperti dulu saja:
Dengan federalmu
Blue jasmu
Kaus kaki
Dan sepatu bututmu
Rambutmu lebih panjang
Kulitmu lebih legam

Masih seperti dulu saja:
Dengan gelora juangmu
Islamismu
Jawamu
Sosialismemu

Kamu bilang,
"Kita terakhir ketemu setahun lalu,"
Iya.
Waktu itu
di depan rumah
kita ngobrol sampai malam.
Aku tertegun
Ternyata sudah setahun?

Aku pun masih ingat
Suatu siang di teras kampus
Kita bersalaman
Kamu bilang,
"Sampai jumpa di Senayan,"

Ternyata
Itu hanya cita masa lalu

Ada yang bercabang di otakku,
kini.
Nilai-nilai yang kupercaya setengah mati dulu kala...
semakin tak nyata

Aku punya nilai baru
Akarku sendiri
Aku akan jadi pendo'a saja
Aku akan beregois

Ada banyak keindahan
yang meminta peduliku

Postingan populer dari blog ini

/Legit Locus (Malang, 05 Sept 2022)

What a legit locus Sweet man Kontur yang seperti bolu Husky smile Bungee hair: berayun di balik daun-daun yang membatik Seperti facade dalam lukisan barok; interface nan bullet time The way he tucks  a few strands of it behind his ear: My logic breaks into pieces The way he strokes it down: draped that mane-looks-alike over his shoulder and chest - femalish My wit breaks into flakes Memiliki kaki-kaki penari tribal Jawa yang putih Telapak quaint  Satu brittle creature Mematerialize Arjuna - feminine Love at the first sight? Tidak. Anehnya tidak This one, constructed love cubic by cubic nicotine by nicotine song by song lyric by lyric poem by poem @murdhasiwi

Bakar (Malang, 2005)

Membakar Langit seperti terbakar Cakrawala membujur dan melintang Kepalaku sakit sekali Penuh dengan ingatan-ingatan Rumput yang ranggas Menyelusup hati Ingin kurobek wajah-wajah Seperti iklan obat pusing Semua berputar Semua bertabrakan Semua saling tumbuk Aku nggak ngerti Benar-benar nggak ngerti