Langsung ke konten utama

Literatur Kolot Makna (Malang, Sabtu pagi 29 April 1999)

Aku seperti orang gila
Otakku kacau
Aku terus menerus berpikir tentang hal-hal yang tak kumengerti
Mengguncang kerah sendiri
Drama monolog dengan penyair linglung

Maaf
Aku sendirian di sini
Pagi sungguh dingin
1000 jarum es menusuki tulang

Aku bingung
Memikirkan ketololanku
Dan tentang semuanya
Dan aku tak tahu
Benar-benar tak tahu

Postingan populer dari blog ini

/Legit Locus (Malang, 05 Sept 2022)

What a legit locus Sweet man Kontur yang seperti bolu Husky smile Bungee hair: berayun di balik daun-daun yang membatik Seperti facade dalam lukisan barok; interface nan bullet time The way he tucks  a few strands of it behind his ear: My logic breaks into pieces The way he strokes it down: draped that mane-looks-alike over his shoulder and chest - femalish My wit breaks into flakes Memiliki kaki-kaki penari tribal Jawa yang putih Telapak quaint  Satu brittle creature Mematerialize Arjuna - feminine Love at the first sight? Tidak. Anehnya tidak This one, constructed love cubic by cubic nicotine by nicotine song by song lyric by lyric poem by poem @murdhasiwi

Bakar (Malang, 2005)

Membakar Langit seperti terbakar Cakrawala membujur dan melintang Kepalaku sakit sekali Penuh dengan ingatan-ingatan Rumput yang ranggas Menyelusup hati Ingin kurobek wajah-wajah Seperti iklan obat pusing Semua berputar Semua bertabrakan Semua saling tumbuk Aku nggak ngerti Benar-benar nggak ngerti