Langsung ke konten utama

Bing! (Malang, 2006)

Di ujung celana jeans aku melihat aspal dan jalanan tiada akhir
Akan kubuat telingaku setuli mungkin
Apa aku harus begini sampai kelak?
Sampai tua?

Aku:
Hanya ada musik,
dada sakit,
dan perut perih.
Hanya ada suara-suara dan film masa lalu di kepala
Kenapa aku harus melewati itu semua ya?

Aku:
Hanya bisa melarikan diri 
pada kegelapan
pada keheningan
pada kopi

Betapa damainya
Betapa entengnya
Betapa aku lepas dari semuanya

Seandainya
Seandainya

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap