Langsung ke konten utama

/2004 (Malang, April 2023)

1)
"Aku membaca,"
adik laki-lakiku berkata

Aku,
muda dan malas,
melihat padanya

"Seorang pemuda ditolak perempuan.
Patah hati. 
Lalu ia membuat puisi.
Dan itu menjadi mahakarya.
Puisi terindah di dunia."

"Oh ya?"
Puisi terindah dunia?
Seperti apa kata-katanya?
Dalam bahasa apa?
Dan gara-gara patah hati?
Bisa?

Aku merasakan ada hawa-hawa
balas dendam di sana.
Berbanding lurus
dengan kisah Hugh Hefner
yang menciptakan Playboy
setelah ditolak wanita yang ia suka
yang kapan hari dikisahkan pula
oleh adikku.
"Jadi dia membuat majalah itu
karena dendam pada wanita?"
tanyaku waktu itu.
Dengan membuat majalah
yang merendahkan kaum wanita.
"Nggak tahu,"

Oke.

Aku,
muda dan bersemangat,
menerawang

Aku akan membuat puisi!
Tentang Ilalang.
Harus indah.
Walau tak sampai sedunia indahnya.
Hei.
Tapi aku tidak dendam.
Hanya wujud sekresi.

2)
Vi'rose.
Ya.
Karena aku sangat suka huruf V.
Pelafalannya indah.
Terdengar mewah.
Rare bagi lidah Jawa yang
tak mengenal abjad tersebut.
Ilalang pantas mendapat judul itu.

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap