Langsung ke konten utama

Trade Mark (Malang, 27 Maret 2014)

Betapa kata adalah, oke ----- rangkaian kata ----- adalah semenjejak sidik jari.

Barusan aku membaca dua review (setelah memakai Open DNS, lalu lintas surfingku di dunia maya lumayan lancar jaya ----- selancar jalur Panda'an – Singosari di tengah malam) tentang salah satu film sakit di jagad ini (aku tak berani menontonnya jadi lebih memilih membaca ulasannya).

Dua review di dua hosting berbeda, akun berbeda, gaya penulisan (ataukah tutur?) berbeda. Tapi, dari bunga rampai yang terserak-serak pada keduanya, satu, dua, tiga kaitan-kaitan, yang anehnya aku tak merasakan hawa plagiat di sana, sama sekali.

Tidak ada hawa contek-mencontek. Saling bersinggungan yang murni, berdiri sendiri, tapi anehnya begitu satu.

Aku sungguh yakin mereka adalah orang yang sama.***

Postingan populer dari blog ini

/Legit Locus (Malang, 05 Sept 2022)

What a legit locus Sweet man Kontur yang seperti bolu Husky smile Bungee hair: berayun di balik daun-daun yang membatik Seperti facade dalam lukisan barok; interface nan bullet time The way he tucks  a few strands of it behind his ear: My logic breaks into pieces The way he strokes it down: draped that mane-looks-alike over his shoulder and chest - femalish My wit breaks into flakes Memiliki kaki-kaki penari tribal Jawa yang putih Telapak quaint  Satu brittle creature Mematerialize Arjuna - feminine Love at the first sight? Tidak. Anehnya tidak This one, constructed love cubic by cubic nicotine by nicotine song by song lyric by lyric poem by poem @murdhasiwi

Bakar (Malang, 2005)

Membakar Langit seperti terbakar Cakrawala membujur dan melintang Kepalaku sakit sekali Penuh dengan ingatan-ingatan Rumput yang ranggas Menyelusup hati Ingin kurobek wajah-wajah Seperti iklan obat pusing Semua berputar Semua bertabrakan Semua saling tumbuk Aku nggak ngerti Benar-benar nggak ngerti