Langsung ke konten utama

Trade Mark (Malang, 27 Maret 2014)

Betapa kata adalah, oke ----- rangkaian kata ----- adalah semenjejak sidik jari.

Barusan aku membaca dua review (setelah memakai Open DNS, lalu lintas surfingku di dunia maya lumayan lancar jaya ----- selancar jalur Panda'an – Singosari di tengah malam) tentang salah satu film sakit di jagad ini (aku tak berani menontonnya jadi lebih memilih membaca ulasannya).

Dua review di dua hosting berbeda, akun berbeda, gaya penulisan (ataukah tutur?) berbeda. Tapi, dari bunga rampai yang terserak-serak pada keduanya, satu, dua, tiga kaitan-kaitan, yang anehnya aku tak merasakan hawa plagiat di sana, sama sekali.

Tidak ada hawa contek-mencontek. Saling bersinggungan yang murni, berdiri sendiri, tapi anehnya begitu satu.

Aku sungguh yakin mereka adalah orang yang sama.***

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap