Langsung ke konten utama

/Antik (Mlg, 09 Mar 2023)

Belum pukul 22.30
Aku mengendara motor pulang
Di pinggiran kota
Udara anyas yang pulih
menghantam dada
dan lengan-lenganku
Menggigil olehnya
dan sisa AC Mixue

Tersisa sedikit abang-abang nasgor
dan tentu warung-warung madura

Semakin dingin

Semakin sepi

Dan aku terheran-heran
Oleh warung Es Kepal Milo
dengan lampu seterang pasar malam -
berlapak percaya diri 
sendirian di parkiran ruko -
yang dirubung bocil dan remaja

Hampir tengah malam hei!
22 C!

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap