Langsung ke konten utama

Sonsesita (Mlg)

1.
Letucce menyukai lagu itu
Sering memutarnya
mengiringi workout

Pernah bertanya pada Kemangi
Apakah dia tahu judul itu
Apakah dia tahu penyanyi itu
Kemangi bilang tidak
"Tapi rasanya pernah dengar,"
Suaranya mirip penyanyi masyhur ibu kota

Diam-diam,
Kemangi menambahannya di playlist
Diam-diam,
Kemangi belajar menyukai lagu itu

2.
Masih terpaku
Kemangi menatap undangan digital itu
Berusaha menahan perasaan
Ada lagu keramat itu
Perut Kemangi terasa diaduk-aduk,
setiap slide berganti slide
L
mengiringi portofolio
perjalanan kisah kasih Letucce dan Marigold

Dengan air mata menggenang
Kemangi menghapus like lagu itu
Menghapus dari playlist

3.
Cafe masih ramai
Di larut yang menjelang
Kemangi meminum tehnya
Lagu sialan itu menggema,
merambat dari belakang cafe
Kemangi mengumpat dalam hati
Marigold tercetus
"Ini lagu nikahku,"
Kemangi berdehem
"Letucce sudah pernah share kan pasti?"
Kemangi manggut-manggut
"Ya. Di grup,"
Fak.

Postingan populer dari blog ini

Kembali (Malang, Feb 2020)

Tak usah kalian pulang ----- Konsekuenlah dengan keputusan kita apapun akibatnya. Kalian pergi tak ada yang memaksa ----- Mencari surga katamu ----- Dan apa yang didapat ya jantanlah Mungkin kalian bisa mengukir sejarah baru di tanah baru ----- diaspora Indonesia di Syam ----- Hidup baru Membangun koloni di sana Kelak akan ada anak-cucu yang  mengunjungi Indonesia, mengenang tanah nenek moyangnya. Seperti orang-orang keturunan Jawa: di Malaysia, Suriname, Perancis atau Madagaskar Romantis bukan?

Jira (Malang, 19 Juli 2005)

Bolehkah aku menikahi bayangan? Tangan-tangan Desember  melambai seperti setan Langit menjatuhkan api, tahi dan tombak-tombak Perutku makin berdarah Masihkah terus bernyanyi? Jutaan dentang piano mengurung aku Gerobak berisi tulang lewat begitu saja bersama seringaian roda-roda Seperti berkebun di pekuburan Menanam jasad da buku neraka Menenggelamkan jari-jari dalam asap-asap